Tidak Mencapai Progress, Pembangunan Ruang Kelas Dan Asrama Terpadu MAS Al-Ikhlas Rearendu Anaraja Diperpanjang Hingga Maret 2021

Dibaca 103 kali

Kepala sekolah MAS Al-Ikhlas Raerendu Anaraja, Abdul Wahab menuturkan molornya pengerjaan proyek ini memang waktu itu kontraknya terlambat, karena lelang juga terlambat, jadi kita tau sendiri dengan Covid kemarin tu.Kita tidak bisa kumpul hasil prodak gambar, segala macam itu, tidak bisa selesaikan dalam waktu cepat. Kemudian proyek ini harus direview ulang gambarnya oleh orang pusat, dan kemudian kirim kesini juga terlambat, yang menyebabkan prodaknya itu ke Pokja juga terlambat.

“Karena terlambat maka diadendum, karena inikan proyek SBSN bukan APBN, Proyek SBSN itu boleh diluncurkan ke tahun berikutnya,”tutur Abdul Wahab.

Baca Juga :  Kapolres Ende Sambangi Ketua Ormas Islam Dan Ketua PHBI Kabupaten Ende

Menurutnya, pengerjaan proyek ini termasuk cepat, karena kerjanya lembur dari pagi hingga jam 10 malam. Hampir seriap hari lembur. “Kami selaku kepala sekolah sebenarnya butuh cepat, karena kami mau pakai tetapi, kami juga paham dengan Curah hujan saat ini intensitasnya cukup tinggi ditambah lagi Covid saat ini yang semakin meningkat, kami tidak bisa memaksa terlalu ekstrim begitu, tetapi kami tetap dorong mereka supaya pekerjaan lebih dipercepat,” ungkapnya.

Foto : Bangunan gedung asrama terpadu

Terkait dengan keterlambatan pengerjaan proyek ini Heng Kosmas kepada media ini menjelaskan ” kontrak masih berjalan, kami diberi waktu 90 hari lagi.Memang kontraknya tanggal 23 Oktober 2020, tapi kerjanya mulai bulan Nopember 2020. Keterlambatan juga disebabkan karena pengiriman materil Non lokal dari Surabaya juga tersendat akibat wabah Covid-19, apalagi saat itu semua lagi libur natal dan tahun baru sehingga semua material tidak bisa terkirim dan tertumpuk digudang surabaya. Sehingga seluruh proyek yang didanai SBSN tetap dilaksanakan pada tahun 2020 tetapi penyelesaiannya dilakukan ditahun 2021.

Baca Juga :  Komisi 2 DPRD Ende Monitoring Ruas Jalan Roa-Sokoria

Kementerian keuangan telah memberikan dispensasi berupa tambahan waktu untuk penyelesaian pembayaran proyek SBSN sampai selambat-lambatnya pada tanggal 15 Desember 2021. Kami tetap melanjutkan pengerjaan proyek ini, secara optimal, efektif, dan penuh tanggugjawab, mengikuti sepenuhnya kebijakan atau protokol yang ditetapkan pemerintah dalam pencegahan penyebaran dan penanganan wabah Covid-19, serta pelaksanaanya mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk keselamatan publik dan lingkungan. Dan kami optimis bulan maret 2021 proyek ini selesai,”ungkap Heng Kosmas.(Ignas- BB)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment